Memasuki Tahun Pelajaran Baru; Apa yang Harus Dipersiapkan?


back to schoolHari Senin 12 Juli 2010 semua sekolah serentak mengawali tahun pelajaran baru 2010/2011. Memasuki tahun pelajaran baru, ternyata banyak hal yang perlu dipersiapkan.

Para peserta didik harus segera beradaptasi dengan lingkungan baru, kelas baru, wali kelas baru, teman-teman baru, pelajaran baru atau khusus bagi parapeserta didik baru, tentunya harus beradaptasi dengan lingkungan dan sekolah baru. Nah, berkenaan dengan segala hal baru tersebut, tentunya akan muncul masalah-masalah baru yang menimbulkan stressing bagi yang belum siap. Satu masalah belum bisa diatasi sudah muncul masalah lain yang menguras energi. Makanya perlu kiat-kiat khusus agar dalam memasuki tahun pelajaran baru tidak dihantui rasa takut atau nervous namun sebaliknya lebih semangat dan bergairah menyambut datangnya tahun pelajaran baru dengan harapan di perjalanan berikutnya kamu bisa meraih prestasi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kamu juga tentu sudah maklum, sekolah tidak bisa cuma dijadikan sebagai ajang bermain-main atau sekadar aktifitas rekreatif semata. Namun sekolah sebagai thalabul ilmi tentu membutuhkan curahan energi dan daya kreatifitas serta niat dan kesungguhan agar benar-benar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Datangnya tahun pelajaran baru merupakan pertanda dari lahirnya harapan-harapan baru. Kesempatan ini tentunya jangan dibiarkan berlalu tanpa persiapan atau malah disia-siakan saja. Hal pertama yang harus dilakukan adalah instropeksi diri terhadap goresan sejarah perjalanan pada tahun sebelumnya. Kekurangan-kekurangan di masa yang telah ditinggalkan pastinya harus kita sempurnakan di masa-masa yang akan dilalui. Kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan harus segera diperbaiki. Catatan-catatan merah yang pernah digoreskan, cukup menjadi catatan dalam buku usang dan harus segera dibuka lembaran baru dengan catatan-catatan biru yang indah dan mengesankan. Jadi intinya adalah tahun pelajaran baru seharusnya dijadikan moment untuk mawas diri, kemudian memperbaiki diri dan selanjutnya mendisiplinklan diri agar di tahun berikutnya dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi.

Memang sich, tidak semua peserta didik memiliki gairah baru dalam menyambut tahun pelajaran baru. Sebab, ada juga peserta didik yang bersedih karena terpaksa harus tinggal kelas. Tetapi, tentunya hal itu bukan merupakan pintu yang akan menutup rapat kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik. Asal pengalaman tersebut bisa dijadikan pelajaran, maka harapan untuk menuju kesuksesan hidup tetap terbuka lebar untuk diseberangi.

Salah satu masalah penting yang harus dihadapi dalam memasuki tahun ajaran baru adalah tekanan mental. Tekanan mental di tahun pelajaran baru rasanya memang akan lebih berat. Ini karena target yang harus bisa diraih juga makin melebar. Mungkin banyak materi pelajaran tidak semudah yang diterima seperti di kelas sebelumnya.

Masalah psikologis juga perlu mendapat perhatian lebih khusus. Adaptasi atau penyesuaian diri dengan lingkungan baru di sekolah bisa jadi tidak selancar yang diharapkan. Mungkin karena proses rolling atau penempatan kelas, banyak teman baru yang dulu tak pernah berhubungan, kini mau tidak mau harus mulai berinteraksi dan berkomunikasi. Atau mungkin juga para guru yang sekarang tampak lebih serius (jadi terkesan killer dan menegangkan. Bapak ibu yang di rumah pun bisa saja turut andil menambah beban mental kamu karena harus menanggung biaya lebih dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.

Mudah-mudahan para peserta didik dan orangtua sungguh-sungguh memahami problem-problem yang harus dihadapi di awal tahun pelajaran baru. Bagaimanapun juga keberhasilan hanya bisa dicapai jika setiap peserta didik dan tentu juga orang tua secara sadar memahami manfaat akan arti pentingnya pendidikan bagi kehidupan di masa depan. Hanya dengan kesadaran itulah para peserta didik akan selalu termotivasi untuk lebih bersungguh-sungguh dalam belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: