silaturrahmi yuk!


SILATURRAHMI YUK!

Silaturrahmi adalah istilah lain yang lebih keren dari berkunjung. Tentu saja yang dimaksudkan adalah berkunjung dengan maksud positif. Bukan sekedar berkunjung untuk bermain-main apalagi untuk maksud jahat. Dan ternyata silaturrahmi itu banyak sekali manfaatnya lo! Memupuk rasa cinta damai dan kasih sayang serta mempererat persaudaraan, menambah amal kebajikan serta menambah panjang usia. Dan yang pasti, dengan silaturrahmi pintu rezeki akan semakin terbuka.

Eh tunggu dulu! Sebelum kamu bersilaturrahmi atau berkunjung ke rumah bapak/ibu guru, kamu harus tahu rambu-rambunya bertamu.

Rambu-rambunya bertamu

ü  Bertamulah pada saat-saat pantas untuk bertamu.

Tentu dong, tak pantas bertamu ketika tuan rumah sedang waktunya istirahat. Apalagi bertamu kelewat malam. Bisa-bisa kamu kena gigitan kucing liar…

ü  Ketuk pintu, ucapkan salam, permisi, kulo nuwun dan semacamnya. Jangan main selonong boy-lah…

ü  Berjabat tangan bila memungkinkan.

Jika tuan rumah mengajak berjabat tangan, kamu juga harus antusias menyambutnya. Sebaliknya, jika tuan rumah tidak mengajak berjabat tangan, kamu juga main tarik saja…

ü  Masuk rumah sesuai aturan.

Tiap rumah ada aturannya sendiri. Misalnya jika sandal sepatu harus dilepas, kamu juga jangan enggan melepasnya, sebaliknya jika tuan rumah mempersilahkan memakainya, ya silahkan saja kamu pakai, enak to…up! Jangan lupa, topi mesthi dilepas. Ini aturan baku. Nggak ada kamusnya pakai topi di dalam ruangan, kecuali songkok atau kopyah. Kalau yang ini tetap saja pantas.

ü  Duduklah di tempat yang telah disediakan.

Jangan mentang-mentang di lain tempat ada hidangan enak atau ada cewek cakepnya, kamu main nimbrung saja. Kena damprat baru tahu rasa…

ü  Bicaralah sesuai dengan kebutuhan.

Jangan berlagak sok jago pidato sampai berbuih-buih namun juga jangan seperti patung batu yang hanya diam seribu bahasa. Sakit gigi kali ya…

ü  Perhitungkan kepentingan tuan rumah, artinya kamu mesti pintar membaca situasi dan kondisi. Barangkali saja tuan rumah akan ada kepentingan lain atau ada tamu penting lain. Segera pamit kalau dirasa sudah mencukupi, jangan bertamunya dipanjang-panjangin…

ü  Pamitlah dengan cara yang baik. Inilah saatnya menerapkan “datang tampak muka, pergi tampak punggung”

Nah, sekarang kamu sudah tahu rambu-rambunya silaturrahmi (bertamu). Selanjutnya  kamu juga harus ngerti etikanya menikmati hidangan. Siapa tahu sewaktu silaturrahmi ke rumah bapak/ibu guru, kamu disuguhi hidangan (pasti dong!) dan siapa tahu juga kamu ketiban rezeki diajak makan siang bareng, sekalian dikenalkan sama putri bapak/ibu guru yang imut…jangan ge-er dulu, putrinya masih balita kok…

Etika menikmati hidangan

ü  Baca do’a sebelum dan sesudah makan, setidaknya baca asma Allah. Pastinya nggak perlu dengan suara keras seperti sedang hafalan.

ü  Nikmati hidangan jika sudah dipersilahkan. Jangan asal main comot mumpung ada yang lezat-lezat. Tahan air liur sedikit kenapa sich?!

ü  Ambil hidangan yang terjangkau. Jika sudah kadung kebelet pingin menikmati hidangan yang kebetulan tidak terjangkau, mintalah tolong teman kamu yang dekat untuk mengambilkannya , syukur kalau tuan rumah pengertian dengan selera kamu.

ü  Ambil dan pegang makanan dengan tangan kanan. Yang ini paten, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jadi hati-hati bagi kamu yang terbiasa pakai tangan kiri. Kamu mesti berlatih, ok?!

ü  Nikmatilah hidangan dengan sikap yang baik dan wajar. Sambil duduk, mengunyah dengan pelan dan wajar, tidak dibuat-buat, tidak menimbulkan suara-suara aneh, dll. (Jawa: ojo gas-gasan rek!)

ü  Jangan sekali-kali mencela hidangan yang disuguhkan. Suka dinikmati, tidak suka jangan banyak komentar. Masih untung disuguhi, kalau tidak, bisa garing khan…

ü  Tidak meniup-niup makanan atau minuman yang masih panas. Tunggulah sampai siap dinikmati alias tunggu sampai dingin-dingin empuk…he-he.

ü  Boleh berkomentar terhadap hidangan tentang hal-hal yang positif, seperti “wah, minumannya benar-benar seger…” atau “enak, enak,enak…”

ü  Jangan sekali-kali membicarakan hal-hal yang jorok dan menjijikkan ketika sedang menikmati hidangan. Nggak lucu khan ketika sedang makan, kamu membicarakan bangkai kucing di sungai.

ü  Jangan lupa ucapkan terima kasih atas hidangan yang diberikan. Siapa tahu juga pulangnya kamu diberi bingkisan. Rasanya seperti mendapat durian runtuh. Iya to?!

Nah, kini tinggal praktiknya. Kesempatan baik, mumpung hari lebaranSusun planning. Ajak teman rame-rame “silaturrahmi” ke rumah bapak/ibu guru. Kapan lagi kesempatannya?! Siapa tahu kamu disangoni…SLAMET!!! 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: